PAPUA.SIN.CO.ID – Pengalaman magang di Pusat Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Manusia (Pusbangkom SDM) Pendidikan dan Keagamaan Kementerian Agama RI menjadi bekal bagi tiga mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) untuk menyelesaikan pendidikan sarjana melalui tugas akhir berbasis karya.
Afifah Arrahmah, Muhammad Rusydan Alfin Yusron Bisri, dan Amsar Ahmadi Pulungan, mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), UNUSIA, menghasilkan video pembelajaran yang dilengkapi modul sebagai pengganti skripsi konvensional.
Kepala Studio Pusbangkom SDM Kemenag sekaligus mentor, Khotibul Umam, menilai program magang dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan sekaligus menerapkan pengetahuan perkuliahan ke dalam karya nyata.
“Pengalaman magang memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar secara langsung, mengembangkan kreativitas, serta menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan menjadi karya nyata, khususnya dalam produksi media pembelajaran,” ujarnya di Ciputat, Jumat (9/10/2026)
Salah satu alumni, Amsar Ahmadi Pulungan, mengatakan pengalaman magang tidak sekadar menjadi bagian dari pemenuhan mata kuliah. Keterampilan teknis dan pemahaman tentang proses produksi konten yang diperoleh selama magang justru menjadi bekal untuk memilih jalur tugas akhir berbasis karya.
“Menurut kami, magang di Pusbangkom ini bukan sekadar menyelesaikan mata kuliah. Keterampilan teknis dan wawasan operasional yang kami pelajari di sini justru menjadi dasar utama kami untuk berani mengambil jalur penyusunan tugas akhir berbasis video pembelajaran,” jelas Amsar.
Selama magang, ketiganya terlibat dalam proses pengembangan konten pembelajaran, mulai dari penyusunan materi dan pengembangan konsep hingga produksi video serta penyusunan modul. Pengalaman tersebut membantu mereka memahami tahapan pembuatan media pembelajaran yang terstruktur dan sesuai dengan kebutuhan pengguna.
Bagi calon pendidik, kemampuan mengembangkan media pembelajaran menjadi salah satu keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pendidikan saat ini. Video dan modul dapat dimanfaatkan untuk menyajikan materi secara sistematis dan menarik, sekaligus membantu peserta didik memahami materi melalui beragam bentuk penyampaian.
Capaian ketiga alumni tersebut memperlihatkan bagaimana pengalaman akademik dapat dipadukan dengan praktik di lingkungan kerja. Melalui program magang, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman profesional, tetapi juga memiliki kesempatan untuk mengembangkan keterampilan yang dapat diterapkan dalam penyelesaian tugas akademik maupun dalam dunia pendidikan.
Pengalaman tersebut sekaligus menunjukkan potensi program magang sebagai ruang pembelajaran praktis yang menghubungkan pengetahuan di bangku kuliah dengan kebutuhan nyata dalam pengembangan media pembelajaran.(***)

