Ayobantu menyalurkan donasi dari PT FinAccel Finance Indonesia (Kredivo) untuk petugas pemakaman Covid-19 di berbagai tempat
Sejak 23 Juli lalu, Kredivo telah mengumpulkan dana sekitar Rp 116 juta yang berasal dari karyawan internal perusahaan.
Dana yang terkumpul dijadikan paket bantuan yang berisi suplemen, APD, sembako, dan insentif untuk disalurkan kepada para petugas pemakaman khusus Covid-19 yang tersebar di empat lokasi, yaitu TPU Rorotan Jakarta Utara, TPU Jatisari Semarang, TPU Padurenan Bekasi, dan TPU Keputih Surabaya.
“Pandemi yang terjadi telah membawa begitu banyak dampak ke berbagai lapisan masyarakat di Indonesia. Untuk itu, menjadi tanggung jawab kita bersama untuk mengulurkan tangan dan membantu saudara-saudara kita. Kami sangat mengapresiasi bantuan yang telah digalang oleh Kredivo sebagai sebuah inisiatif yang baik dan patut dicontoh oleh pihak-pihak lainnya” tutup CEO Ayobantu, Agnes Yuliavitriani, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (7/9/2021).
General Manager Kredivo Indonesia, Lily Suriani, mengatakan, Kredivo sebagai penyedia layanan kredit digital terdepan terus berkomitmen untuk tetap membantu penanganan Covid-19 di Indonesia. Sebelumnya, mereka memberikan bantuan penyediaan tes Covid-19 bagi masyarakat, Februari lalu.
“Kami menggandeng Ayobantu untuk dapat membantu para petugas pemakaman khusus Covid-19 yang juga memiliki peranan penting dalam menghadapi pandemi ini. Kami berharap kerja sama ini mampu memberikan semangat kepada para garda terdepan untuk terus berpartisipasi dalam penanganan kasus Covid-19 di Indonesia,” kata Lily.
Paket
Seluruh paket bantuan tersebut telah didistribusikan langsung secara serentak ke penerima bantuan pada 31 Agustus lalu. Sebagai sebuah platform penggalangan dana berbasis online, Ayobantu memastikan kegiatan penyaluran ini berjalan secara transparan.
Seluruh masyarakat pun dapat mengikuti perkembangan kegiatan penyaluran ini melalui halaman campaign utama bantu petugas pemakaman di situs web resmi Ayobantu dan menuju kolom update.
Risiko penularan Covid-19 para petugas di lingkungan pemakaman memang tinggi. Saking padatnya jadwal pemakaman jenazah pasien Covid-19, mereka terpaksa tidak pulang ke rumah untuk menghindari risiko penyebaran terpapar virus kepada anggota keluarganya.
“Menjalankan profesi ini memang penuh risiko tinggi dan menuntut saya dan tim untuk bersiaga selama 24 jam terus-menerus. Tentunya ada rasa khawatir, apalagi pad saat pulang ke rumah dan bertemu anak-anak saya yang masih kecil. Namun biarlah ini menjadi tanggung jawab saya, agar para keluarga tetap aman dan sehat selalu.” ungkap Karmawan, salah seorang petugas pemakaman khusus Covid-19 di TPU Padurenan, Bekasi.
Karmawan menjelaskan, situasi paling parah sempat dialaminya pada Juli. Saat itu, Karmawan dan petugas lainnya dapat mengerjakan hingga 100 pemakaman jenazah per hari. Namun kondisi tersebut berangsur membaik seiring adanya peraturan PPKM dan ketersediaan vaksin bagi masyarakat luas. (*/cr2)
Sumber: beritasatu.com