oleh

Transformasi Digital Mendorong Integrasi Sistem Layanan Kesehatan

Jakarta – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyampaikan, masyarakat yang produktif adalah masyarakat yang sehat. Oleh karena itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berkomitmen melakukan transformasi sistem kesehatan yang terdiri dari enam pilar utama.

Pertama, transformasi layanan primer yang didukung sistem jejaring hingga tingkat desa dan dusun dalam bentuk posyandu, termasuk enguatan promosi dan pencegahan penyakit pada layanan kesehatan layanan primer terus digencarkan.

Pilar kedua, transformasi layanan rujukan yang dilakukan untuk memastikan agar pelayanan penyakit katastropik tersedia di setiap kota dan memiliki rumah sakit rujukan yang baik.

“Pemerataan pelayanan kesehatan di kabupaten dan kota ditargetkan akan mencapai 100% di tahun 2027,” ujar Budi Gunadi Sadikin, dalam webinar Indonesia Healthcare Award 2022, Selasa (23/8/2022).

Baca Juga  Indra Karya Raih CSR Award Atas Keberhasilan Pemberdayaan Wilayah Pesisir

Selanjutnya, transformasi sistem ketahanan kesehatan yang mana untuk memastikan selalu siaga setiap waktu dalam memberikan layanan kesehatan menjadi pilar ketiga.

Kemudian, pilar empat yaitu sistem pembiayaan kesehatan dimana untuk memastikan bahwa pembiayaan kesehatan yang efektif dan berkelanjutan.

Pilar kelima, transformasi digital SDM tenaga kesehatan yang mana untuk memenuhi tenaga kesehatan dengan jumlah yang cukup dan merata di seluruh Indonesia.

Adapun pilar keenam yakni teknologi informasi kesehatan dan bioteknologi yang diantaranya meliputi big data, kecerdasan buatan serta IoT (Internet of Things).

“Dalam proses transformasi digital ini, kami berharap bisa melakukan kolaborasi dengan pihak-pihak terkait. Ini perlunya kolaborasi lintas sektor agar pemberian layanan kesehatan dapat terwujud hingga pelosok negeri di Indonesia,” tandas Budi Gunadi.

Baca Juga  Fraksi PAN Dukung kedekatan Jenderal Dudung dengan Umat Islam dan Sowan ke Ulama

Pada kesempatan yang sama, Chief Digital Transformation Office Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Setiaji mengatakan, transformasi digital kesehatan ini ditargetkan akan mampu menghasilkan SDM yang berkapasitas dalam menganalisis data kesehatan. Selain itu, nantinya setiap kebijakan yang disusun oleh tiap instansi kesehatan selalu berbasis data.

“Kami berharap ini menjadi lompatan menuju sektor kesehatan Indonesia yang semakin maju dan berkeadilan,” tuturnya.

Pandemi Covid-19 membuat seluruh perusahaan hingga lembaga pemerintah berbenah diri untuk memberikan produk dan jasa pelayanan yang terbaik bagi masyarakat Indonesia.

Sebagai wujud apresiasi, Majalah SWA dan Business Digest memberikan penghargaan virtual dalam acara Indonesia Healthcare Award 2022, dengan mengusung tajuk Transforming National Healtcare System Into the New Landscape Toward Healthy and Productive Society.

Ajang ini sekaligus untuk mendukung perusahaan dalam memberikan pelayanan produk dan jasa healthcare terbaik bagi masyarakat Indonesia. Pemberian penghargaan ini dilakukan berdasarkan hasil survei yang telah dilaksanakan di 6 kota utama dengan melibatkan 5.000 responden.

Baca Juga  Penanda-tanganan PKS Antara SMSI Dengan TNI AD Bentuk Sinergi Dalam Menjaga NKRI Dan Cita-cita Kemerdekaan

Adapun metode survei dilakukan melalui pendekatan kepuasan pelanggan pada 4 aspek, diantaranya product, price, place dan promotion.

Berikut, beberapa merek healthcare yang menjadi penerima award dalam Indonesia Healthcare Award 2022, Ovutest, Sensitif, Omron Healthcare Indonesia, Cito, Laboratorium Medis Cito Group, Madu TJ, FreshCare, Hotin Cream, OBH Combi Anak, OBH Combi, KMN EyeCare, Hufagripp TMP, Entrostop, Promag, Kalpanax, Femmy D3, Cerebrofort Gold dan Insto.

 

News Feed