oleh

PLN Sebut 1.208 Desa di Papua Tengah Telah Nikmati Listrik

Papua.Sin.co.id – PT PLN (Persero) mencatat seluruh desa di Provinsi Papua Tengah atau sebanyak 1.208 desa telah menikmati akses listrik melalui jaringan PLN, pembangkit non-PLN, maupun program Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE).

Tim Leader Perencanaan Listrik Desa Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Papua Tengah Viktori Bunga Bongga di Nabire, Rabu, mengatakan capaian tersebut membuat rasio desa berlistrik di Papua Tengah mencapai 100 persen.

“Rasio desa berlistrik di Papua Tengah sudah 100 persen atau seluruh 1.208 desa telah memiliki akses listrik,” katanya.

Ia menjelaskan, desa berlistrik tidak hanya berasal dari layanan PLN, tetapi juga mencakup desa yang memperoleh pasokan listrik dari pembangkit yang dibangun pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.

Baca Juga  DPRD DKI: Tiga SKPD Dapat Mengendalikan dan Menangani Banjir

Menurut dia, dari total 1.208 desa di Papua Tengah, sebanyak 324 desa mendapatkan listrik dari PLN.

Sementara itu, sebanyak 305 desa memperoleh akses listrik melalui pembangkit non-PLN seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) yang dibangun oleh pemerintah daerah maupun kementerian terkait.

“PLTMH banyak dibangun di wilayah pegunungan seperti Kabupaten Puncak dan Puncak Jaya,” ujarnya.

Selain itu, sebanyak 579 desa lainnya mendapatkan penerangan melalui program Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Baca Juga  Tercapai 24,3% Anak Usia 6-11 Tahun Yang Divaksinasi di Tangerang

Program tersebut merupakan sistem penerangan mandiri berbasis energi surya yang dirancang untuk melayani desa-desa terpencil yang belum terjangkau jaringan listrik PLN.

Meski seluruh desa telah berlistrik, namun rasio elektrifikasi rumah tangga di Papua Tengah masih mencapai 94,66 persen.

Ia menjelaskan, rasio elektrifikasi berbeda dengan rasio desa berlistrik. Rasio elektrifikasi mengukur jumlah rumah tangga yang telah mendapatkan akses listrik, sedangkan rasio desa berlistrik mengukur jumlah desa yang telah memiliki sumber penerangan atau pasokan listrik.

“Artinya masih ada sebagian rumah tangga di desa-desa tersebut yang belum mendapatkan akses listrik, meskipun desanya sudah masuk kategori desa berlistrik,” katanya.

Baca Juga  Kerja Kolaboratif, Reformatif dan Transformatif Wujudkan Akselerasi Transformasi Digital

Untuk meningkatkan rasio elektrifikasi hingga mencapai 100 persen, PLN terus melakukan survei dan pemetaan kebutuhan kelistrikan di delapan kabupaten di Papua Tengah, yakni Nabire, Mimika, Dogiyai, Deiyai, Paniai, Intan Jaya, Puncak, dan Puncak Jaya.

Menurut dia, upaya tersebut dilakukan guna memperluas jangkauan layanan listrik hingga ke rumah-rumah warga yang berada di wilayah terpencil dan sulit dijangkau.

“Kami terus melakukan survei lapangan agar masyarakat yang belum menikmati listrik dapat segera terlayani dan rasio elektrifikasi Papua Tengah dapat terus meningkat,” ujarnya.

News Feed