oleh

Siswa SNK Pariwisata Papua Kembangkan Inovasi Presensi Digital

PAPUA.SIN.CO.ID – Sekolah Negeri Khusus (SNK) Pariwisata Papua terus mendorong peserta didik untuk mengembangkan kreativitas dan inovasi berbasis teknologi.

Upaya tersebut salah satunya diwujudkan melalui pengembangan sistem Presensi Digital Tim Ngoding S-One Smart (TNS) yang dirancang dan dikembangkan langsung oleh siswa Program Pengembangan Perangkat Lunak dan Gim (PPLG).

Kepala SNK Pariwisata Papua, Ana Rebeka Rumbiak, mengatakan aplikasi tersebut merupakan hasil karya siswa kelas XII PPLG yang dikembangkan berdasarkan kebutuhan sekolah terhadap sistem pencatatan kehadiran yang lebih efektif dan akurat.

Baca Juga  PERADI PROFESIONAL: Paradigma Baru Organisasi Advokat Indonesia

“Aplikasi ini dibuat, dirancang, dan didesain sendiri oleh anak-anak kami. Ini merupakan salah satu bentuk inovasi siswa dalam menerapkan ilmu yang mereka peroleh selama proses pembelajaran,” kata Ana.

Menurutnya, sistem tersebut secara otomatis mencatat waktu kedatangan dan kepulangan siswa. Batas waktu kedatangan ditetapkan hingga pukul 07.15 WIT. Apabila siswa datang setelah waktu tersebut, sistem secara otomatis mencatatnya sebagai keterlambatan.

Baca Juga  Tanoto Foundation Luncurkan Buku Pencegahan Stunting untuk Remaja

Informasi kehadiran maupun keterlambatan selanjutnya dikirimkan melalui pesan WhatsApp kepada orang tua. Dengan sistem tersebut, orang tua dapat mengetahui waktu anak tiba dan meninggalkan sekolah.

“Orang tua akan menerima notifikasi bahwa anaknya sudah tiba di sekolah pada pukul berapa. Begitu pula saat pulang, sistem akan mencatat waktu siswa keluar dari gerbang sekolah dan mengirimkan informasi tersebut kepada orang tua. Dengan demikian, orang tua dapat melakukan pengawasan secara langsung,” jelasnya.

Baca Juga  Ketua Humas RSUD Berkah Ajak Masyarakat Tingkatkan Prokes

Ia menilai inovasi tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran yang memberikan pengalaman praktis kepada peserta didik, khususnya dalam mengembangkan perangkat lunak dan sistem teknologi informasi.

“Anak-anak kami juga siap mengembangkan aplikasi ini sesuai kebutuhan pengguna apabila ada yang berminat. Saya kira sangat memungkinkan digunakan di sekolah lain, bahkan di perkantoran,” tutupnya.

News Feed